celekit

Ikon

Tempe oh tempe

Sederek ini yang susah, eh lupa sederek-sederek ketemu lagi hehehe sudah lama gak ketemu, sekarang sudah bisa bahasa Indonesia lancara kan sudah lama di Jakarta 🙂

Nah lanjutin lagi susahnya, sekarang wong cilik lagi yang jadi korban, wong lauknya wong cilik kan cuma tempe (wong e akeh e sih) dan tahu, lha ini kok tadi pagi mau belanja buat buka poso tanya tempe katanya kosong mas, ya sudah tahu aja, sama mas kosong, walah kosong semua trus buka pake apa ya??

Katanya bahan baku pembuatan tempe dan tahu yaitu kedelai langka dan harganya naik alias mahal jadi untuk buat tempe jadi gak kebeli oleh produsen tempe dan tahu. Lha kalo gini gimana wong cilik kayak celekit bisa dapat asupan protein dan gisi yang cukup.

Eh sekedar pengetahuan, dulu waktu dikampung punya teman pembuat tempe, trus tanya-tanya gimana buat tempe, dia bilang gampang cuma kedelai dikasih ragi supaya tumbuh jamur putih, nah yang susah kedelainya, katanya harus kedelai impor yang diimpor dari Amerika, dan tempe tidak bisa dibuat dengan kedelai yang ditanam di Dalam Negeri. Lha sekarang kedelai impor mahal dan langka, yang ada kedelai Dalam Negeri, yah gak jadi tempe atau tahu dong.

Sebenarnya untuk kalau harga kedelai naik bagi petani kedelai tapi kalau tidak bisa dibuat tempe ya gak bakalan terjual dong, PR tuh buat Menterinya dan periset agar menciptakan varietas kedelai yang cocok buat tempe dan tahu.

Ya sudah lah celekit jadi kambing lagi alias makan sayur-sayuran, segitu dulu sederek-sederek. Powered by
Arie Prawira Sholeh

Iklan

Filed under: Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: